Wednesday, February 9, 2011

Gula-Gula


Seorang ibu kehabisan cara untuk melarang anaknya makan gula-gula.  Untungnya ia mendengar ada seorang bijak yang nasihatnya sangat manjur.  Namanya Nasruddin.  Meski tempat tinggal Nasrudin jauh, ibu tersebut rela mendatangi demi menghentikan kebiasaan anaknya makan gula-gula.  Namun, sesampainya di sana, Nasruddin tidak mau langsung menasehati.

"Pergilah ke sini dua minggu lagi", kata Nasruddin.
Ibu tersebut pulang dengan berat hati.  Tapi ia berusaha berpikiran positif, "Barangkali memang ada yang perlu dipersiapkan", batinnya.


Setelah waktu yang dijanjikan, sang ibu datang kembali dengan membawa anaknya.  Di depan Nasruddin, ibu tersebut memperhatikan cara Nasruddin menerapi anaknya.
"Hai Nak, kam jangan makan gula-gula lagi ya!" kata Nasruddin.  Itu saja nasihatnya, tidak ada lanjutan yang lain.
"Ya, Pak", jawab anak tersebut, sambil mengangguk.
"Bu, saya sudah menasehatinya", kata Nasruddin sambil mempersilahkan sang ibu membawa anaknya pulang.

Ibu tersebut merasa tidak puas.  Ia kecewa karena ternyata tidak ada ramuan, doa, atau teknik tertentu, seperti yang diharapkannya.

"Kalau cuma menyampaikan nasihat seperti itu, kenapa tidak diberikan langsung waktu kami datang dua minggu yang lalu?" protes sang ibu.
Nasruddin memandang ibu tersebut dengan sabar.  Ia pun menerangkan alasan mengapa ia tidak memberikan nasihat itu dua minggu sebelumnya.
"Bu, tentu saja saya tidak bisa menasehatinya dua minggu yang lalu.  Setelah saya sendiri tidak makan gula-gula baru saya menasehatinya", jawab Nasruddin.

:)
(Sumber: Hidayatullah edisi Juni 2009)

No comments:

Post a Comment